Senin, 25 Februari 2008

LOVE ( John Lennon )


Love is real , real is love
Love is feeling , feeling love
Love is wanting to be loved

Love is touch, touch is love
Love is reaching, reaching love
Love is asking to be loved

Love is you
You and me
Love is knowing
we can be

Love is free, free is love
Love is living, living love
Love is needed to be loved

Minggu, 17 Februari 2008

… dan jika demokrasi adalah seonggok beban, beban yang terberat adalah keniscayaan kompromi। Bahkan dengan orang yang paling memuakkan sekalipun… ( gm )

Kamis, 14 Februari 2008

YANG TERLUPAKAN ...

Suatu hari di sudut perempatan di seberang Singosaren Plaza, Solo karena cuaca yang gerah aku mampir di warung yang orang Solo biasa menyebut 'Warung Hik'.Belum berapa lama aku di situ muncul seorang lelaki tua yang kurus dan hanya memakai kaos lusuh dan celana pendek. Dilihat dari gelagatnya rupanya orang tua ini agak hilang ingatan. Dari mulutnya sering keluar kata-kata yang susah untuk di pahami. Tiba-tiba ia menghampiriku dan meminta sebatang rokok, aku tertegun sejenak lalu aku beri dia sebatang rokok. Kemudian ia berlalu begitu saja menebus keramaian.Beberapa saat kemudian penjual warung berkata kepadaku," Mas tahu nggak siapa yang barusan minta rokok ?" "nggak tahu ,pak memang dia sering minta-minta kesini pak" jawabku. " Oh, sering mas dan asal mas tahu saja dia itu dulu seorang maestro bulutangkis kita, dia pernah membela merah putih di kejuaraan international, " kata penjual warung itu lagi. Aku semakin penasaran ," memang dia siapa pak?" Si penjaga warung lalu menjawab,"dia itu Tan Joen Hok. Aku tecekat dan ngungun tak bisa berkata-kata ...

Di sebuah televisi swasta akhir-akhir ini sering di tayangkan iklan menjelang kejuaraan Thomas & Uber cup. Dalam tayangan iklan tersebut dikisahkan betapa pada tahun 1958 di Singapura perjuangan atlit-atlit bulutangkis kita telah begitu mengharumkan nama bangsa di dunia internasional dengan di rebutnya piala Thomas untuk pertama kalinya. Di sebut - sebut nama Ferry Souneville, Tan Joen Hok sebagai pahlawan penentu kemenangan. Aku kembali tercekat dan ngungun tak bisa berkata-kata ...

Senin, 11 Februari 2008

The Immortals: The 100 Greatest Rock
It is a fundamental lesson in the history of rock & roll and its continuing power to inspire and transform. The Immortals is a tribute to those who created rock & roll, written by their peers and heirs, those who have learned from their innovations, struggles and legacies.
1) The Beatles
2) Bob Dylan
3) Elvis Presley
4) The Rolling Stones
5) Chuck Berry
6) Jimi Hendrix
7) James Brown
8) Little Richard
9) Aretha Franklin
10) Ray Charles
11) Bob Marley
12) The Beach Boys
13) Buddy Holly
14) Led Zeppelin
15) Stevie Wonder
16) Sam Cooke
17) Muddy Watters
18) Marvin Gaye
19) The Velvet Underground
20) Bo Diddley
21) Otis Redding
22) U2
23) Bruce Springsteen
24) Jerry Lee Lewis
25) Fats Domino
26) The Ramones
27) Nirvana
28) Prince
29) The Who
30) The Clash
31) Johnny Cash
32) Smokey Robinson and the Miracles
33) The Everly Brothers
34) Neil Young
35) Michael Jackson
36) Madonna
37) Roy Orbison
38) John Lennon
39) David Bowie
40) Simon and Garfunkel
41) The Doors
42) Van Morrison
43) Sly and the Family Stone
44) Public Enemy
45) The Byrds
46) Janis Joplin
47) Patti Smith
48) Run-DMC
49) Elton John
50) The Band
51) Howlin' Wolf
52) The Allman Brothers Band
53) Eric Clapton
54) Dr. Dre
55) Grateful Dead
56) Parliament/Funkadelic
57) Aerosmith
58) Sex Pistols
59) Louis Jordan
60) Joni Mitchell
61) Tina Turner
62) Etta James
63) Phil Spector
64) The Kinks
65) Al Green
66) Cream
67) The Temptations
68) Jackie Wilson
69) Carl Perkins
70) The Police
71) Frank Zappa
72) AC/DC
73) Radiohead
74) Hank Williams
75) The Eagles
76) The Shirelles
77) Beastie Boys
78) The Stooges
79) The Four Tops
80) Elvis Costello
81) The Drifters
82) Eminem
83) N.W.A.
84) James Taylor
85) Black Sabbath
86) Tupac Shakur
87) Gram Parsons
88) Miles Davis
89) The Yardbirds
90) Carlos Santana
91) Ricky Nelson
92) Guns n' Roses
93) Booker T. and the MG's
94) Nine Inch Nails
95) Lynyrd Skynyrd
96) Martha and the Vandellas
97) Diana Ross and the Supremes
98) Roxy Music
99) Curtis Mayfield
100) Lee "Scratch" Perry

Minggu, 10 Februari 2008

… mungkin John Lennon benar: kita ukur rasa sakit kita dengan memakai Tuhan. “God is a concept by which we measure our pain”…(gm)

SAATNYA BERPIKIR MERDEKA

Memang kita telah lama merdeka dalam arti kita bebas dari penjajahan bangsa asing,namun apakah selama ini kita sudah berpikir merdeka?

Sejak kecil kita di didik oleh sistem pendidikan yang tidak membebaskan kita untuk berpikir merdeka, baik itu oleh orang tua ataupun oleh dunia pendidikan. keadaan tersebut bukan karena kesalahan seutuhnya dari kita melainkan dari peninggalan kolonial yang telah berumur3,5 abad.

Dengan kurun waktu tersebut ternyata telah membuat mental serta psikologis kita sebagai bangsa jajahan tidak bisa hilang begitu saja,keadaan tersebut diperparah dengan kondisi negeri ini setelah 1945, begitu riuhnya kondisi bangsa kita yang baru merdeka sehingga membuat energi kita tersedot dalam pusaran intrik-intrik kekuasaan yang puncaknya adalah dekrit presiden tahun 1958.

Mulai tahun tersebut praktis kebebasan berpikir di kebiri,yang ada adalah kesatuan pikiran berdasar demokrasi terpimpin Presiden Sukarno. Era sukarno berakhir,Orde Baru Lahir.Lagi-lagi atas nama stabilitas dan pembangunan Rezim ini meniadakan kebebasan berpikir dan berpendapat.Lebih parahnya lagi pemerintahan ORBA mengawalnya dengan gaya totalitarian yang praktis meniadakan kebebasan berpikir & berpendapat sengan pengawasan ketat sampai tingkat terbawah.
Era Reformasi datang tahun1998 memberikan harapan dengan menggembor-gemborkan demokrasi sebagai garda depannya namun apa lacur harapan tersebut berbanding terbalik denagn kenyataan,yang terjadi adalah Chaos di dalam tubuh pemerintahan sendiri hingga kembali kita di bingungkan oleh keadaan.
Dari 350 tahun dijajah oleh kolonial hingga 62 tahun kemerdekaan kita tak pernah sedikitpun merasa telah berpikir merdeka.
lalu apa itu ” Berpikir Merdeka“. Berpikir merdeka adalah berpikir tanpa harus takut bahwa apa yang menjadi hak dasar kita sebagi manusia akan menjadi hilang dan di hilangkan. Berani menyatakan bahwa yang benar adalah benar yang salah adalah salah. berani melawan arus ketika apa yang diaminiorang banyak ternyata belum tentu menjadi sebuah keyakinan yang benar. Berani melawan intimidasi dan ancaman. intinya adalah tidak pernah takut untuk menyatakan pendapat dan pikiran walau itu didepan ancaman mati sekalipun.
Lalu apa yang terjadi di masyarakat sampai hari ini? telahkah kita berpikir merdeka?
Sayangnya belum . Kita terlalu sibuk dengan puak,dengan kelompok,dengan aliran hingga kita akhirnya terpenjara dengan doktrin-doktrin. Kita terlalu berkutat dengan siapa yang menjadi mayoritas,siapa yang superior hingga kadang memaksakan pemikiran yang jelas-jelas tidak bisa diterima oleh orang lain. Yang terjadi kemudian adalah konflik dan perseteruan memperebutkan kebenaran sendiri-sendiri.
Kita terlalu gampang dipengaruhi oleh dogma-dogma kelompok yang membelenggu pikiran untuk bisa berkata lain. Dogma-dogma yang memenjara pikiran untuk merdeka.(aksaradhana)
Januari 23, 2008

C’est la vie

Berbahagialah kamu yang memiliki wajah rupawan,

karir menawan,dan hidup yang berkelebihan,

sebab bagimu hidup lebih terasa mudah untuk di nikmati,

dunia lebih terasa ramah untuk di arungi.

Peluang karir,jodoh,kemahsyuran,dan limpahan

materi lebih bersahabat pada nasibmu. bersuka citalah …


bersyukurlah kamu yang hanya memiliki wajah pas-pasan

karir tanpa kejelasan dan hidup yang ngos-ngosan,

sebab hidup telah memilihmu menjadi petarung tangguh,

yang meski berat toh kita masih bisa tertawa di kala uang tak ada,

masih sanggup tersenyum ketika esok entah derita apa yang melanda.

tersenyumlah , karena hidup yang sebenarnya berkaca

kepadamu, karena cinta yang nyata tumbuh

darimu tanpa rekayasa…

tanpa kata-kata...


Sabtu, 09 Februari 2008

IMSOMNIA

Ini malam ke 3 aku nggak bisa tidur.Kadang aku sendiri bingung dengan siklus tubuhku sendiri,dan keadaan ini sudah aku alami selama hampir 5 bulan ini.Kalaupun aku bisa tidur paling banter cuma 2-3 jam. Aku jadi ingat sebuah stasiun radio di bandung yang selalu menyapa pendengarnya dengansebutan Para Pelintas Malam.Ya bisa di katakan aku sekarang menjadi seorang Pelintas Malam. Ada keasyikan tersendiri ketika tengah malam kita sendirian ,bergelut dengan pikiran sendiri dan hanya di temani kopi sama rokok. Biasanya aku habiskan malam kalau nggak baca buku ya paling-paling menulis omong kosong di buku journal yang emang selalu menemaniku hampir selama 10 tahun ini.Buku itu aku design sendiri dengan ketebalan hampir 1500 halaman. Aku jadi ingat pernah menulis di buku itu sekitar 5 tahun yang lalu ketika usiaku genap 30 tahun semacam testemonial diri.
Aku coba menuliskan harapan-harapanku ke depan.dan ternyata apa yang ku harapkan tersebut sampai saat ini bukannya terwujud namun malah menjadi semakin runyam.
Ternyata memang benar kata orang-orang tua bahwa jangan menggantungkan mimpi terlalu tinggi, jatuhnya pasti akan sakit sekali. dan itun kurasakan sekarang.
Kadang aku sering berkata pada diriku sendiri it's okey, but hati ternyata tak bisa di tipu. you've got to get your self together now you stuck in the moment and you can't get out of it ,ya U2 benar that's what i'm fell it right now. Aku rindu seorang teman yang bisa ngobrol,sharing dengan aku dan celakanya saat ini aku nggak punya teman semacam itu sekarang. Ini malam ke 3 aku nggak bisa tidur ..........


SEBUAH JEDA

Kita tertawa lalu terluka

Di ruang-ruang bawah sadar

kita adalah penyangsi

Selalu ada getir tersisa

ketika bertemu realita

Selalu ada ampas kepedihan

kala sanggama

lelapkan kita pada mimpi

januari 24, 2008

SURAT UNTUK E

E, bisakah kau meramalkan apa yang terjadi 5 atau 10 tahun ke depan? apa yang terjadi dengan nasib kita? pilihan-pilihan apa yang tersisa untuk jalan hidup kita? seberapa kuat kita menahan beban hidup? seberapa tahan kita melawan tekanan-tekanan keadaan? seberapa kuat kita menggenggam keyakinan,ketika nurani di sekitar semakin kikis oleh kerakusan. Ketika batin tak lagi bisa merasakan penderitaan-penderitaan dan kita hanya termangu dan berpikir inikah hidup?


E, hakikat apa yang Tuhan inginkan dari manusia? Seorang pujangga besar pernah berkata,” Pada hakikatnya bayi yang lahir ke dunia adakah pesan dariNya bahwa Ia belumlah jera pada manusia”. Aku meragukan itu E, Aku melihat ’senjakala manusia’ Bertanbahnya kecerdasan manusia ternyata tidak juga membuat manusia belajar dari kebodohan-kebodohan purba.Sejarah peradaban manusia tak juga mampu membuka mata hati kemanusiaan,lahirnya agama-agama besar hanya menumbuhkan luka dan majunya pencapaian tehnologi hanya semakin menambah canggihnya pemikiran untuk menguasai dan menaklukan.

E, aku berdiri di titik nadir keyakinanku,aku selalu bertanya,apakah layak hidup untuk dijalani. aku terlanjur tak percaya dengan niat manusia.
Mereka yang katanya ahli ekonomi,ahli politik,ahli agama,ahli segala-galanya teryata tak lebih daris eorang aktor. Kita kehilangan sisi manusia kita. Kita telah menyerahkan hidup pada nafsu,pada benda-benda,pada pangkat,pada status,pada kekuasaan.Kita telah menghamba pada harta dan kemahsyuran dan yang lahir dari itu semua adalah kemunafikan,kebohongan,kerakusan,kelicikan,dan penghancuran dan yang mati dari itu semua adalah mata hati,nurani,kejujuran,keadilan dan kemanusiaan

… sebab mencintai tanah air, nak, adalah merasa jadi bagian dari sebuah negeri, merasa terpaut dengan sebuah komunitas, merasa bahwa diri, identitas, nasib, terajut rapat, dengan sesuatu yang disebut Indonesia, atau Jepang, atau Amerika. Mencintai sebuah tanah air adalah merasakan, mungkin menyadari, bahwa tak ada negeri lain, tak ada bangsa lain, selain dari yang satu itu, yang bisa sebegitu rupa menggerakkan hati untuk hidup, bekerja dan terutama untuk mati.