Kamis, 14 Februari 2008

YANG TERLUPAKAN ...

Suatu hari di sudut perempatan di seberang Singosaren Plaza, Solo karena cuaca yang gerah aku mampir di warung yang orang Solo biasa menyebut 'Warung Hik'.Belum berapa lama aku di situ muncul seorang lelaki tua yang kurus dan hanya memakai kaos lusuh dan celana pendek. Dilihat dari gelagatnya rupanya orang tua ini agak hilang ingatan. Dari mulutnya sering keluar kata-kata yang susah untuk di pahami. Tiba-tiba ia menghampiriku dan meminta sebatang rokok, aku tertegun sejenak lalu aku beri dia sebatang rokok. Kemudian ia berlalu begitu saja menebus keramaian.Beberapa saat kemudian penjual warung berkata kepadaku," Mas tahu nggak siapa yang barusan minta rokok ?" "nggak tahu ,pak memang dia sering minta-minta kesini pak" jawabku. " Oh, sering mas dan asal mas tahu saja dia itu dulu seorang maestro bulutangkis kita, dia pernah membela merah putih di kejuaraan international, " kata penjual warung itu lagi. Aku semakin penasaran ," memang dia siapa pak?" Si penjaga warung lalu menjawab,"dia itu Tan Joen Hok. Aku tecekat dan ngungun tak bisa berkata-kata ...

Di sebuah televisi swasta akhir-akhir ini sering di tayangkan iklan menjelang kejuaraan Thomas & Uber cup. Dalam tayangan iklan tersebut dikisahkan betapa pada tahun 1958 di Singapura perjuangan atlit-atlit bulutangkis kita telah begitu mengharumkan nama bangsa di dunia internasional dengan di rebutnya piala Thomas untuk pertama kalinya. Di sebut - sebut nama Ferry Souneville, Tan Joen Hok sebagai pahlawan penentu kemenangan. Aku kembali tercekat dan ngungun tak bisa berkata-kata ...